Ratusan Perawat RSU Kabanjahe “UNRAS” Tuntut Sejumlah Hak

Tanahkaro – Ratusan perawat medis yang bertugas Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe melakukan aksi unjuk rasa (unras). Mereka meprotes terkait hak-hak perawat yang seharusnya diterima, jumat (14/8/2020) sekira pukul 09.00 Wib dihalaman Rsu Kabanjahe.

Amatan awak media dilokasi yang berhasil meminta keterangan dari peserta unras tersebut mengatakan,

“Kami menuntut hak hak kami seperti dana Intensif covid, uang lelah, serta terkait adanya pemotongan uang intensif perawat dan diterima hanya Rp 25.000,- yang seharusnya diterima perawat yaitu Rp. 40.000 perhari,” ungkap salah seorang perawat yang enggan menyebutkan namanya.

Lagi ditambahkan peserta unras, “Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima oleh oknum Bendahara yang seharusnya tidak bisa diterima oleh Bendahara RS kabanjahe karena diketahui jabatan nya masih fungsional tertentu,

Seharusnya bila seorang bendehara Jabatan nya masih fungsional tertentu itu wajib dilepaskannya dan sewajibnya sudah mengemban jabatan fungsional umum, sementara tunjangan jabatan sudah diterima melekat digaji selama kurun waktu 3 tahun.

Namun hingga saat ini dirinya belum melepaskan jabatan fungsional tertentu ke jabatan fungsional umum. Sudah semestinya TPP yang selama ini diterimanya dikembalikan ke inspektorat/kas daerah, ujarnya lagi

Begitu juga terkait bantuan sembako juga hingga saat ini belum sampai ke perawat, seprti tempo hari ada bantuan sembako dari Polres Tanahkaro yang seharusnya disampaikan ke  perawat yang diserahkan oleh Kasat Lantas, namun belum juga direalisasikan kepada kami,” ujar perawat yang melakukan tuntutan dilokasi.

Diperkirakan jumlah perawat yang melalukan aksi tuntutan mencapai sekira150 orang, hingga berita ini dinaikan, terlihat polres tanahkaro sedang melakukan mediasi antara perawat dengan pihak mangement RSU Kabanjahe. 

Usai Seratusan perawat medis Rumah Sakit Umum (Rsu) Kabanjahe melakukan tuntutan terkait hak hak perawat,  akhirnya berdasarkan pertemuan yang alot dan dimediasi Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian Panggabean bersama Kabag Ops melakukan mediasi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH dan Pihak Management Rsu Kabanjahe di aula Rsu Kabanjahe.

Setelah berbagai pihak memaparkan, maka keputusan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH pihaknya berinisiatif memerintahkan kepada pihak Rsu kabanjahe melalui Management agar diminggu depan, baik masalah uang BPJS, uang Lelah, uang insentif, uang daya tahan tubuh untuk jaga malam harus segera di selesaikan dan di amini oleh Direktur Rsu Dr Arjuna Wijaya.

Usai rapat mediasi dilakukan, beberapa perawat berkumpul sembari berdoa dengan mengucapkan “semoga bapak Bupati karo beserta pejabat yang hadir tidak berbohong dan benar menepati janji penyelesaian terkait seluruh tuntutan kami” ujar salah seorang perawat

Daris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *