Lagi, “17 Orang Pegawai Dan Dokter Puskesmas Merdeka, Sudah 4 Hari Mogok Kerja”

Kabanjahe – 17 Orang Pegawai Puskesmas ( Pusat Kesehatan Masyarakat ) di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo sudah 4 hari mogok kerja mulai dari hari Selasa ( 11/08 ) – Jumat ( 14/08 ) di akibatkan para Pegawai merasa kepala puskesmas yang di rasa bertindak semena – mena terhadap bawahan, bicara kasar, peraturan selalu berubah – ubah dan selama ini sering terjadi keributan di Puskesmas karena pegawai terbagi menjadi dua kubu. 

Salah satu pegawai yang ikut dalam mogok kerja yang namanya tidak ingin di sebutkan mengatakan, 

“kekecewaan kami membeludak berkaitan juga dengan THL ( Tenaga Harian Lepas ) yang di pecat Kapus beberapa waktu lalu, semua ini berkaitan. Berkaitan dalam arti, itulah salah satu contoh ke semema menaan seorang kapus. Jauh sebelum hal itu terjadi, kami sebenarnya sudah sangat tidak nyaman atas ke semena menaan, omongan kasar, Kapus kami.” ujarnya saat di temui di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten karo saat mogok kerja pada Jumat, ( 14/08 ). 

 Kami pegawai yang ikut tergabung dari 17 orang terdiri dari, 3(tiga) orang dokter umum, 1(satu) dokter gigi, 4(empat) perawat, 2 (dua) bidan, 1(satu)farmasi,1(satu)bagian gizi, 3(tiga) skm, 1(satu) kesling dan 1(satu) Lcpk sementara total pegawai Puskesmas yang hanya berjumlah 31 orang secara keseluruhan sudah sangat layaklah Kepala Dinas Kesehatan mengabulkan permintaan kami untuk mengganti Kepala Puskesmas,” ujarnya kesal.

Kami mulai hari Selasa melakukan mogok kerja, dan semalam kamis ( 13/08 ) kami bersama rekan kerja menyampaikan keluhan kepada Ketua DPRD Kab Karo yang di dampingi Wakil Ketua DPRD Davit Kristian Sitepu.” ungkapnya

 Lanjutnya lagi, hari ini Jumat ( 14/08 ) kami sudah dapat kabar bahwa Kepala Puskesmas Atas nama Dokter Lita br Sitepu sudah di proses sesuai prosedur. Kapus sudah buat surat pengunduran dirinya tapi memang sampai sekarang belum di tarik ke Dinas dan dibuat PHL ke puskes untuk mengantikan kapus yang sekarang. Kemarin di berikan kadis waktu 1 minggu untujk menarik kapus, tapi sudah sebulan janji kadis buat narik dia dari merdeka belum juga terealisasi. Jika belum juga, maka hari Selasa ( 18/08 ) kami akan kembali lagi katanya.

Sementara Direktur LBH DPD IPK ( Ikatan Pemuda Karya) Jesaya Pulungan SH di dampingi Advokat Irwan F Tarigan SH yang juga anggota LBH IPK selaku kuasa hukum Heppy Mendrofa salah satu Tenaga Harian Lepas ( THL ) yang di pecat Kapus beberapa waktu lalu mengatakan,

“Terkait dengan THL yang kita tangani klien kita membeberkan ke DPD LBH IPK ketidakpuasan atau rasa ketidakadilan yang di perlakukan terhadapnya dan ini telah kita lakukan mediasi ke pihak Dinas Kesehatan namun belum mencapai kesepakatan, kita lihat nanti karena kasus ini masih terus berlanjut.” Terang Jesaya

Lanjutnya lagi,  sehubungan dengan aksi mogok kerja 17 pegawai puskesmas kita memang sudah mendengar kabarnya. Hal ini wajar saja tergantung kebenaran yang dilakukan dinas yang bersangkutan apakah telah sesuai dengan SOP ( Standard Operasional Prosedur) yang telah ditetapkan dan perundangan yang berlaku,

Sehingga di kedua belah pihak tentu dapat konsekwensi terhadap tindakan yang terjadi, baik yang unjuk rasa/ yang merasa keberatan demikian juga pihak Dinas sesuai dengan perundangan yang berlaku,” ungkap Jesaya. 

 Advokat Irwan F Tarigan menambahkan, artinya segala sesuatu pekerjaan ada SOP sehingga terdapat hasil kerja yang maksimal

Jika tidak di jalankan sesuai SOP, dipastikan terjadi ketidakpuasan dari para pegawai / beban dari pegawai. Dapat di lihat dari THL yang kita tangani akibat di pecat secara sepihak yang 1(satu) tahap lagi akan selesai, apakah berujung gugatan atau perdamaian,

Karena surat pemecatan belum ada dari Dinkes,  hanya dari Kapus, tapi klien tidak lagi berani bekerja. Surat tidak berlakunya sudah di terima oleh klien kami sehingga kita sudah melakukan Bipartit kepada Dinas terkait, tinggal menunggu biparti selanjutnya, kata Pengacara Heppy 

Sementara dilain tempat Wakil DPRD Karo Davit K Sitepu saat di konfirmasi melalui telphone seluler, dirinya mengatakan, 

“kami sedang rapat Paripurna, benar semalam Hari Kamis puluhan pegawai Puskesmas Merdeka dan beberapa dokter mendatangi kantor Ketua DPRD Iriani br Tarigan, minta agar Kapus mereka di ganti dengan beberapa alasan yang mereka utarakan secara kompak dan kita sepakat akan panggil kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo tapi tentunya tidak dalam minggu ini, kita akan panggil hari minggu depan usai hari kemerdekaan.” Jawab Davit, Jumat (14/08/2020)

Kepala Puskesmas Kecamatan Merdeka Dr Lita br Sitepu saat diminta tanggapannya oleh wartawan mengatakan,

 “saya sendiri pun tidak tau apa tuntutan meraka kepada saya tentang omongan kasar itu tidak ada, baik mengeluarkan peraturan semena – mena itu tidaklah benar. Karena yang saya buat pun sudah semua mengikuti SOP. Jadi kalau kita buat peraturan disiplin itu apa tidak boleh.” Ujar Kapus, mengahiri.

Daris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *