Dampak Semburan Abu Vulkanik Sinabung, Sejumlah Lahan Pertanian Warga Terancam Gagal Panen

KARO- Gunung Api Sinabung kembali erupsi untuk yang ke tiga kali nya sejak beberapa hari terahir ini, terpantau tinggi kolom abu ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Senin, (10/08/2020) pukul 11:17 WIB
Hal itu dikatakan Armen Putra selaku kepala pos pengamatan gunung api sinabung saat diminta keterangannya dikantornya.

Saat ini status gunungapi sinabung masih ada pada level lll (siaga) bagi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara,”ujar Armen

Lebihlanjut dihimbau armen, “jika terjadi hujan abu, masyarakat diharapkan agar tetap memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Dan masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.” Ungkapnya

Sementara dampak dari beberapa kali letusan gunung sinabung, berdampak terhadap sejumlah lahan pertanian milik warga di tiga lokasi kecamatan yang terparah, diantaranya di kecamatan naman teran, kecamatan merdeka dan di kecamatan berastagi. 

Terpantau juga hingga saat ini kota berastagi tak luput digempur abu vulkanik sinabung sehingga mengganggu aktifitas warga dan wisatawan yang berkunjung. Untuk meminimalisir dampak buruk yang terjadi dampak sebaran abu vulkanik sinabung, pihak TNI dibawah komando Dandim 0205/TK dan Jajaran Polres Tanah Karo dibantu tim dari Palang Merah Indonesa (PMI) Kab.Karo dan relawan BPBD kab.karo lakukan penyiraman disejumlah jalan di sekitar wilayah Kecamatan Namanteran dengan menggunakan kenderaan barackkuda milik Polri serta dibantu truck tankki milik PMI Kab.Karo yang di akomodir oleh Lovin S Milala.

Pasca erupsi, jajaran pimpinan forkopimda yang terdiri dari Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyio Indriono SH  S,ik, Dandim 0205/TK  Letkol Kav Yuli Eko Nadiyanto S,Os, Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan dan Plh Kepala BPBD Karo Natanael Perangin angin meninjau langsung kedaerah Desa naman teran salah satu desa yang terparah diterjang semburan abu vulkanik sinabung kali ini serta memberikan ratusan masker gratis bagi masyarakat sekitar.

Dalam arahanya Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan saat mengunjungi Desa Naman teran kepada masyarakat menghimbau, 

“Masyarakat  diharapkan tetap waspada dan berhati hati bila sedang beraktifitas di luar rumah maupun di area perladangan, tetap utamakan keselamatan diri dan hendaknya semua menggunakan masker agar tidak terserang inspa (gangguan pernapasan). Semoga bencana erupsi sinabung cepat berahir dan terkait lahan pertanian yang terancam gagal panen akibat debu, secepatnya akan kami bahas bersama Pemkab karo dan pihak-pihak terkait lainya untuk mencari solusi terbaiknya nanti.”Jelas Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan

(DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *