Walantara : “Pemerintah Harus Berani Bertindak Tegas Menutup Kegiatan Penabangan Dan Illegal Loging Yang Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan”

Ket Gambar : Bendehara DPW Walantara Sumut, Chalik Pandia SH STh (Pakai Kacamata), Didampingi M.Safri Brahmana selaku Sekjen DPW Walantara Sumut, KRT DR Ir Edy Maryatama Lubis SH MM MH  penasehat DPW Walantara Sumut yang juga  seorang advokat dan pengacara kondang dan rekanan .

Medan|Mahaganews.com Kejadian banjir bandang yang menerjang Desa Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, menyebabkan sembilan orang hanyut. Delapan orang berhasil diselamatkan, sedangkan satu orang masih dalam pencarian, Pada Hari Minggu (26/07/2020) sore.

Menyikapi bencana yang terjadi, Chalik Pandia SH STh selaku bendahara walantara sumut angkat bicara, kepada awak media pihaknya mengatakan

“Inilah teguran yang kesekian kalinya kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan kepada masyarakat khususnya, untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan ,”ujarnya

Didampingi M.Safri Brahmana selaku Sekjen DPW Walantara Sumut, KRT DR Ir Edy Maryatama Lubis SH MM MH  penasehat DPW Walantara Sumut yang juga  seorang advokat dan pengacara kondang dan rekan yang lain disebuah cafe di jl.karyawisata Medan JohorChalik Pandia juga mengingatkan,


“Dari kejadian beberapa bulan yang lalu  pernah juga terjadi banjir di biru-biru, Patumbak dan daerah lain yang juga menelan korbanjiwa, nah.. kita harus belajar dari pengalaman itu,” katanya.

Lagi dirinya menambahkan, “disamping curah hujan yang tinggi, ulah kita manusia juga ikut mempengaruhi hal itu, ditengarai lagi aktofitas ilegal logging dan penambangan batu, pasir, tanah urukan yang ikut  menjadi penyebab banjir,” ungkap chalik

Aktivitas penambangan tanpa memperhatikan dampak kerusakan lingkungan dapat menimbulkan insident buruk, pasalnya sisa siasa tambang, tanah, pasir dan lainnya ikut terbawa arus sungai sehingga menimbulkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan sungai jadi dangkal dan rentan gampang meluber ke tempat lainnya, ditambah lagi berkurangnya jumlah pohon untuk menahan tanah akibat maraknya kegiatan ilegal logging. Sehingga saat hujan tiba sungai tidak mampu menampung luapan air serta tanah ikut longsor dikarenakan sedikitnya akar pohon yang menjadi penahannya dan serapan air, maka terjadilah banjir.” Terangnya

Chalik S Pandia menegaskan, “kami atas nama lembaga pemerhati lingkungan DPW Walantara Sumut beserta jajaran yang ada di tingkat DPD Walantara  yang ada di setiap Kabupaten/Kota se sumatera utara minta kepada aparat penegak hukum untuk berani dandapat bersikap tegas dalam mengambil tindakan terkait ilegal logging dan penambangan yang menyalahi UU RI. Setelah kejadian ini kami berharap ada upaya dan sikap tegas dari aparat penegak hukum, dalam hal ini bukan hanya kepolisian melainkan juga dari pihak kementrian lingkungan hidup hidup, dinas pertambangan bahkan Sat Polisi Pamong Praja untuk menertibkan kegiatan-kegiatan perambahan hutan maupun pertambangan illegal lainnya.” Tegas Chalik S Pandia selaku Bendehara DPW Walantara sumut, yang berperawakan tampan ini.

(Eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *