Terkait Perambahan Kawasan Hutan Deleng Cengkeh, Personil Unit Tipiter Polres Tanah Karo, “Periksa 22 Orang”

TANAH KARO|MAHAGANEWS.COM
Diperkirakan kurang lebih 50 Hektar kawasan hutan lindung yang ada di deleng cengkeh, Desa perbulan, Kec.lau baleng, Kab.karo, provinsi sumatera utara, telah di rambah oleh masyarakat sekitar, untuk di jadikan lahan pertanian dan ada juga yang hanya menjual belikan kayu hutan tersebut. Menanggapi pengaduan masyarakat terkait maraknya aksi perambahan kawasan hutan lindung tersebut. 

Atas arahan Kasat reskrim polres tanah karo AKP Sastrawan Tarigan  SH melalui  Kanit Tipiter polres tanah karo Aiptu Antoni Ginting beserta personil langsung menuju lokasi yang dimaksud didampingi petugas polisi kehutanan dari  UPT Dinas KPH lV Wilayah Kab.Karo. 

Saat tiba dilokasi petugas tidak mendapatkan pelaku perambah hutan, diduga kedatangan petugas sudah terlebih dahulu bocor, saat dilokasi petugas berhasil mengamankan 1(satu) unit mesin shinsaw yang ditinggal pemiliknya dan saat ini telah diamankan di mapolres tanah karo.

Berdasarkan keterangan dan informasi yang didapat dari aparatur pemerintahan desa bahwa yang melakukan perambahan kawasan hutan deleng cengkeh adalah warga setempat.

Aiptu Antoni Ginting Kanit Tipiter polres tanah karo langsung melayangkan surat panggilan terhadap para terduga perambah kawasan hutan lindung. 


Hal tersebut dibenarkan oleh kanit tipiter Aiptu Antoni Ginting saat diminta keterangan oleh awak media di ruang kerja kantornya, pihaknya mengatakan,


“Ya benar, terkait perambahan hutan di deleng cengkeh desa perbulan, ada 22 orang yang diduga terlibat saat ini masih diminta ketarangan dan masih dalam proses penyelidikan, sementara barang bukti 1(satu) unit mesin pemotong kayu (shinshaw) sudah kita amankan, semoga dari hasil penyelidikan nanti ada didapat titik terang nya dalam mengungkap siapa saja yang terlibat untuk ditetapkan sebagai tersangka nantinya,” ujar Antoni. Selasa (07/07/2020) sekitar pukul 11: 15 Wib

Dilain tempat, Andi Ginting yang menjabat sebagai Kepala Desa Perbulan, Kecamatan lau baleng, saat dikonfirmasi melalui sambungan telphone ke nomor hp miliknya prihal adanya puluhan warganya yang diduga melakukan perambahan hutan lindung , menjelaskan,

“Saat ini diperkirakan kurang lebih 50 hektar kawasan hutan sudah dirambah masyarakat.  Padahal sudah dari dulu kami himbau kepada warga agar tidak lagi merambah kawasan hutan, namun walau sudah beberapa kali kami himbau dan kami larang, warga tetap bersikukuh melakukan pembukaan area pertanian di kawasan hutan tersebut. Tak hanya merambah hutan namun sebagian warga tampak mengiris kulit pohon atau dalam bahasa karo nya (i delis) yang bertujuan untuk membunuh pohon kayu.” Beber Kades Perbulan, mengahiri pembicaraan.

Daris Kaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *