DPW Walantara Sumut : Usaha Galian/Pertambangan Mineral Dari Alam Harus Memiliki Izin Dari Instansi Terkait

Ket foto : Sekjen DPW Walantara Sumut M.Safri Brahmana SH

Medan|Mahaganews.com
Terkait usaha pertambangan mineral dari alam, baik itu emas, timah, batu bara, batu dolomit, batu, pasir, tanah uruk harus mengantongi izin dari dinas terkait, sesuai UU No 3 tahun 2020 tentang pertambangan.


Bilamana ada usaha yang tidak mengantongi izin namun tetap melakukan aktivitas pertambangan dimaksud, maka pelaku usaha tersebut dapat dipidana sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 4  tahun 2009 pasal 158 dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda sampai seratus miliar rupiah, serta pada pasal 161 sangsi bagi setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemanfaatan, pengangkutan, penjualan yang dihasilkan dari usaha yang tidak berasal dari usaha yang tidak memiliki izin dari instansi terkait, dapat di pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 100.000.000.000,- ,

Dan apabila kegiatan pertambangan dengan sengaja telah melakukan kerusakan alam dan ekosistem hutan, maka pelaku usaha dapat dikenakan pasal 78 UU No 41 tahun 1999 dengan ancaman pidana kurungan  samai 10 tahun dan denda 5 Milira Rupiah,”Tegasnya.

Didampingi bendehara walantara Sumut Chalik Pandia, SH, STh, dan Penasehat Walantara Sumut KRT DR Ir Edi Maryatama Lubis, SH, MM, MH. Sekjen DPW Walantara Sumut M.Safri Brahmana SH juga menegaskan,

“Kepada para penyidik aparat penegak hukum baik itu Polri dan penyidik pegawai negeri sipil dari Dinas pertambangan dan kehutanan serta Dinas lingkungan hidup  Provinsi Sumut, harus serius dan tegas dalam melaksanakan tugas serta kewenangannya dalam melakukan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) terlebih dahulu, sebelum mengeluarkan izin, serta melakukan evaluasi terkait izin yang sudah di keluarkan. Karena dapat dikhawatirkan izin penambangan tidak sesuai dengan areal penambangan yang diberikan izin. Maka dari itu harus diperiksa secara masif dan berkelanjutan.” Tegas Safri
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *