2709 Paket Bantuan Pangan (JPS) Masih Menumpuk, Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Karo “Menunggu Penambahan Data Usulan Dari Kecamatan”

TANAH KARO|MAHAGANEWS.COM
Menanggapi terkait adanya penumpukan ribuan paket bantuan pangan jaringan pengaman sosial (JPS) yang besumber dari bantuan pemerintah provinsi sumatera utara di sekertariat bersama BPBD Kab.Karo yang berada di jalan Vetran, Kabanjahe. Rabu (08/07/2020)

Menurut penjelasan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Perangin-angin kepada  awak media membenarkan hal tersebut

“Benar bahwa ada sekitar 2709 paket bantuan pangan (JPS) saat ini masih menumpuk digudang sekertariat bersama BPBD Karo, hal itu disebabkan karena data penerima tambahan sebagai pemohon dari kecamatan belum ada diterima oleh satuan gugus tugas. Tempo hari kita sudah sarankan ke para camat agar mendata kembali warga desanya  apakah ada warga yang belum sama sekali mendapat bantuan paket pangan tersebut agar segera kita salurkan,” katanya

Nael menambahkan, “kemaren ada juga bantuan paket pangan yang dipulangkan dari Kecamatan Juhar, Makanya kita terus desak para camat agat segera mendata kembali warganya yg belum atau dianggap prioritas mendapat bantuan pangan , selanjutnya data tersebut diverifikasi kembali oleh dinsos,”ujar nael

Ditanya apakah proses pendataan pertama yang diusulkan dari tahap pendataan dari pemerintah desa dan di sampaikan melalui camat untuk di verifikasi oleh Dinas sosial Kab.Karo , belum akurat prihal jumlah calon penerima manfaat JPS dari jumlah yang diusulkan ke dinas pemprovsu, Natanael menjelaskan,

“Mengenai data calon penerima Dinas sosial yang lebih kompeten, sebelumnya kita kan sudah menyalurkan bantuan pangan yang bersumber dari APBD Karo , yang mana disalurkan awalnya ke Kec.berastagi dan kabanjahe. Selanjutnya Gugus Tugas Provsu menyalurkan bantuan pangan ke Karo dengan kuota seluruh kab karo yaitu 42.699 paket utk 17 kecamatan,”

” Dan pada proses penyalurannya saat itu di Kec.kabanjahe dan Kec.berastagi ternyata masih ada juga penambahan warga penerima bantuan pangan, sehingga kepada mereka kita berikan bantuan pangan karna bantuan pangan yang besumber dari APBD sebelumnya tidak mereka terima,” ungkap nael

Tapi setelah bantuan pangan disalurkan ke kec berastagi dan kabanjahe yg sumbernya dari Apbd karo, ternyata masih ada data susulan, sehingga ada juga warga kec kabanjahe dan Kec. berastagi menerima bantuan pangan dari Provsu sebanyak data yang kami sampaikan,” terangnya

Karena sesuai aturan awal, tidak boleh ada warga menerima bantuan yang lebih dari satu jenis bantuan dari Pemerintah , karna ada beberapa jenis bantuan yang disalurkan ke warga ( hal ini dinsos yg lebih paham aturan dan jenis bantuannya). Namun begitu hal ini akan kita diskusikan lagi bersama dinas sosial dan Disperindag terkait proses penyalurannya apakah sudah ada masuk data usulan dari pihak kecamatan atau akan di alihkan kemana nantinya yang dianggap sebagai skala proritas.” Beber Natanael Perangin-angin Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kab.Karo diahir pembicaraan.

Daris Kaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *