2 Orang Pekerja SPBU 14.402.185 Amplas Tersengat Listrik, “1 Orang Tewas Ditempat”

MEDAN|MAHAGANEWS.COM

Diduga saat melakukan pekerjaan tidak sesuai standart oprasional prosedure (SOP) ,  2 (dua) orang pekerja harian lepas di SPBU Amplas Jalan Panglima Denai, Kota Medan, menjadi korban tersengat aliran  listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja, Selasa (14/7/2020).

Berikut identitas para korban  yang tersengat arus listrik , Heri Mulyono (46) warga Kecamatan Amplas, (meninggal dunia) dan Surya Darmo (56) saat ini masih dalam perawatan di RS Mitra Medika Medan.


Menurut keterangan Sentosa Sembiring selaku manager SPBU 14.402.185 amplas saat ditemui mahaganews.com menjelaskan, 


“Saya terkejut mendengar suara seperti letusan petasan yang terdengar sangat kuat sekali, ketika mendengar letusan saya langsung keluar dari ruang kerja saya dan melihat ada seorang pekerja sudah terlentang di bawah perancah tiang besi,” katanya

Lanjut dirinya menjelaskan, ” sebelum makan siang kedua korban  tersebut bermaksud mau memindahkan tangga pranca besi untuk melanjutkan pekerjaannya membersihkan plang – plang yang ada di halaman depan SPBU, namun tak di sangka, tiang pranca yang terbuat dari besi tersebut mengenai kabel listrik di atasnya dan seketika terdengar bunyi letusan yang cukup keras terdengar  sehingga menyengat tangan korban sampai putus dan seketika korban pun tewas ditempat,” ujar sentosa

Akibat kejadian tersebut, Sentosa sembiring mengaku merasa teroma, pihaknya mengaku akan bertanggung jawab sepenuhnya. Untuk zenajah korban yang meninggal telah di urus proses penguburanya dan berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak keluarga korban mereka setuju untuk tidak dilakukan otopsi, sehingga hari ini juga korban telah dikuburkan. Beber sentosa sembiring.


Tak lama usai kejadian tersebut tampak pihak Polsek Patumbak turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang polis line. Saat itu juga korban atas nama Mulyono dibawa kerumah duka Jalan Penggilir 4 Amplas. 

Terlihat juga team Inafis dari Polrestabes Medan melakukan olah TKP. Setelah selesai, pihak keluarga dari masing masing pihak meminta kepada pihak kepolisian agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan saja. Kami kemudian menyerahkan mayat korban kepada pihak keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa nahas tersebut sempat menjadi perhatian warga setempat dan pengunjung SPBU.

Ratusan warga pun kemudian memadati lokasi kejadian dan ada sebagian lainnya merekam peristiwa nahas tersebut melalui Hp androide nya.

(Riswan Sembiring)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *