10 Tahun Berlalu, Kasus Kematian Putri Warsito Belum Juga Terungkap. Polresta Deliserdang, “Bagi Masyarakat Yang Mengetahui Siapa Pelakunya Harap Melapor..!”

DELISERDANG|MAHAGANEWS.COM

Kasus pembakaran rumah warsito yang menewaskan Sasa billa anggun Ningtias (10), Putri warsito atau yang dikenal (anto lembu), warga Dusun V Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Tewas dalam musibah kebakaran pada jumat (29/02/2010)silam, kini kasusnya di gelar kembali oleh pihak kepolisian Polresta Deliserdang


Kasat reskrim polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus menyebutkan,

“saat ini sudah 34 saksi di periksa untuk di mintai keterangan, namun belum ada mengarah ke terduga pelaku,”ujar firdaus, sabtu (05/07/2020) 
Selain memeriksa 34 saksi, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menyita barang bukti, menurunkan satwa/K9 untuk melacak jelas tersangka, melakukan tes kebohongan(lie detector test),mengirimkan barang bukti ke laboratorium forensik cabang medan dan melakukan gelar perkara di polda sumut.


“Namun belum juga mengarah kepada terduga pelaku, “Jelasnya. 


Dalam kasus ini, Kompol Muhammad Firdaus  menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui terduga pelaku pada peristiwa itu agar melaporkannya ke Polresta Deliserdang dan di pastikan akan ditindak lanjuti.


“Dari 34 saksi yang sudah diperiksa, ada satu saksi yang menerangkan terduga pelaku. Namun dalam pasal 185 ayat (2)KUHAP merupakan “kristalisasi”asas hukum anus testis nullus testis(satu saksi bukan saksi) saksi itu minimal dua orang,”ujarnya lagi


Sekedar informasi. Misteri kasus pelemparan Bom melotov hingga menewaskan bocah perempuan bernama salsabila anggun Ningtiyas (10) putri dari anto lembu sudah 10 tahun berlalu. 


Namun, hingga kini kepolisian Polresta Deliserdang belum dapat mengungkap kasus kematian bocah malang yang tewas dengan luka bakar di tubuhnya. 


Saat kejadian, pelapor warsito alias anto lembu, ayah korban saat itu sedang tidak berada di dalam rumah, sedangkan istrinya bernama suprawati sedang tidur bersama anaknya bernama bintang cahaya ningtias.


Sementara, korban Dara Ayu ningtias alias Ayu, sedang tertidur diruang TV sambil menonton TV. 
Seseorang diduga memecahkan kaca jendela samping kiri rumah korban dan kemudian melemparkan bom molotov kerumah korban
Kejadian tersebut membuat korban Dara Ayu Ningtias alias Ayu dan Citra Ayu Ningtias memgalami luka bakar, sedangkan Sasa Billa  Anggun Ningtias mengalami luka bakar serius, dan pada 27 Febuari 2010 sekira pukul 21.00 wib silam. Sehingga korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Dr Pringadi Medan. 


Belum terungkapnya kasus tersebut masih meninggalkan luka mendalam pada keluarganya dan menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat apa motif dari peristiwa tersebut. Dan kenapa kepolisian hingga saat ini masih kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut. 


(Sastrawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *