Warga Desa Sugau Tutup Paksa Aktivitas Galian C Yang Diduga Ilegal

Ket foto: warga Desa Sugau, Kecamatan pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, berunjuk rasa di proyek Galian C Galian Tanah timbun yang  dianggap sudah merusak lingkungan

PANCURBATU|MAHAGANEWS.COM

Ratusan warga Desa Sugau, Kecamatan pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, berunjuk rasa di proyek Galian C Galian Tanah timbun yang  dianggap sudah merusak lingkungan. rabu 03/06/2020 sekira pukul 11.45 wib siang, 


Kekesalan warga terpicu karna tidak bertemu dengan pemilik galian C tersebut langsung menduduki satu unit escavator (alat berat) yang ada di lokasi. 

Aksi protes puluhan warga desa sugau tampak mendatangi lokasi pertambangan yang saat itu sedang tidak beroprasi, warga yang marah dan kesal langsung meminta oprator alat berat yang pada saat itu sedang berada di lokasi pertambangan galian C dan menyuruh oprator alat berat untuk segera meninggalkan lokasi pertambangan. 


Proyek pertambangan Galian C yang sudah beroprasi ini sebelumnya, menurut warga sekitar tidak mengantongi izin dari pemerintahan Desa, warga juga tidak pernah dilibatkan aktifitas Galian C tersebut yang menambah kekesalan pihak warga.


Disamping dapat berdampak buruk terhadap lingkungan, aktifitas pertambangan dapat mengancam keselamatan warga, karna bencana alam sewaktu waktu dapat mengancam keselamatan jiwa yang nantinya akan dirasakan langsung oleh warga sekitar


Selain menduduki alat berat (exafator), warga juga menutup akses jalan masuk ke lokasi pertambangan dengan membakar ban bekas  sebagai bentuk protes mereka. Warga berharap agar segala bentuk atifitas pertambangan Galian C segera di tutup. 


Menurut ketua BPD Desa Sugau saat dimintai keterangan oleh awak media mengatakan, “aksi ini merupkan bentuk solidaritas warga terkait adanya pertambangan Galian C yang sudah meresahkan, kami beserta warga menuntut agar pemerintah daerah deliserdang segera menindak tegas galian C yang tak kantongi ijin,” jelasnya


Bila aktifitas galian ini  terus dibiarkan pemkab deliserdang, dapat merusak lingkungan,  sumber daya alam yang ada dan dapat mengakibatkan bencana tanah longsor, banjir dan mencemari sumber mata air bersih yang ada disekitar desa kami.”Bebernya
(Sas/Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *