Kinerja Ka.UPT KPH XV Perlu Di Pertanyakan !! “Hutan Lindung Ditebangi Efek Lemahnya Pengawasan”

Ket gambar : Dinas Kehutanan Provinsi Sumut melalui UPT KPH XV Kab.Karo bersama Pihak Polres Tanah Karo meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan benar adanya penebangan hutan lindung produktif di Siosar. Kamis, ( 11/06/2020)

KARO|MAHAGANEWS.COM

Terkait banyaknya laporan warga atas kegiatan penebangan liar yang terjadi di hutan lindung, Siosar Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo

Dinas Kehutanan Provinsi Sumut melalui UPT KPH XV Kab.Karo bersama Pihak Polres Tanah Karo meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan benar adanya penebangan hutan lindung produktif di Siosar. Kamis, ( 11/06/2020) sekira pukul 10.30 WIB lalu.

Personil yang melaksanakan kegiatan peninjauan ke lokasi penembangan Hutan di kawasan hutan lindung siosar,  Bripka Tri Sandi Boy, Briptu Daniel S. Panjaitan, Jarliman Munthe (POL-HUT), Hendrik (POL-HUT), Johanes (POL-HUT), Kodim Munthe (POL-HUT), Josua Abdinegoro (BAKTI RIMBAWAN).

Nirwan Ginting yang juga sebagai Polisi Kehutanan Ka UPT Kab Karo setelah meninjau lokasi membenarkan adanya penembangan kayu secara liar, menurutnya

“Ada berkisar Lima Puluh (50) an pohon kayu sudah di tebangi. Jenis kayu  yang di tebangi dihutuan produktif tersebut adalah kayu, Tulasan, Kecing, Mayang, Martelu dan Tusam. Diperkirakan penebangan sudah berlangsung lebih kurang 1 bulan. Sebagian kayu sudah di jadikan papan dan di angkut, itu bisa kita lihat dari bekas bekas yang tinggal. Namun masih banyak juga berserakan di hutan yang belum sempat di angkut. Sayang sekali kita tidak menemukan pelaku saat bersama Aiptu Antoni Ginting Kanit Tipiter meninjau ke lokasi yang dimaksud,” ujarnya. 

Menyikapi hal ini, Nirwan Ginting berjanji bahwa pihaknya bersama pihak kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut siapa-siapa saja pelakunya dan apa bila pelaku penebangan berhasil di tangkap maka terhadap pelaku akan di kenakan UU.no.18 THN 2013 psl 82 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, ujarnya. 

Di tempat terpisah melalui Whatshapp Kasat Reskrim Polres Karo AKP Sastrawan Tarigan SH mengatakan,


“Sesuai informasi yang kita terima, maka saya langsung memerintahkan Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Tanah Karo Aiptu Antoni Ginting beserta dengan anggota berdampingan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut UPT KPH 15 Kabanjahe melakukan pengecheckan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Siosar Kec. Tigapanah Kab. Karo sehubungan dengan adanya informasi dugaan tindak pidana penebangan kayu dalam kawasan hutan lindung di kawasan hutan lindung produktif tepatnya dekat lahan relokasi mandiri siosar Tahap 3.” ujarnya. 

Kasat Reskrim menambahkan, “tindakan yang telah dilakukan adalah pengecheckan lokasi penebangan kayu, mengambil foto dokumentasi di TKP, mengambil titik kordinat di TKP, dan melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumut UPT KPH 15 Kabanjahe untuk ditandaklanjuti lagi nantinya,” Tegas Sastrawan

Kanit Tipiter Aiptu Antoni Ginting saat di konfirmasi wartawan mengatakan, 

“Saat ke lokasi penebangan, terlihat ada pohon kayu tumbang karena di tebang berkisar 50 pohon dengan luas area hutan berkisar 1 Hektar. Penebangan dilakukan dengan cara tebang pilih,” ujarnya. 

Monang Pulungan Salah Satu angota Motor Trail XTRIM Tanah Karo, yang sebelumnya telah memberi informasi prihal perambahan hutan mengatakan, 

“kita apresiasi tindak lanjut dari pihak Kehutanan di Karo dan Polres Karo langsung tinjau atas info beberapa waktu lalu yang kita sampaikan melalui media,” ujarnya. 

“Dengan turunnya aparat, sudah harus ada tindakan, penebangan harus di hentikan, dan selidiki siapa pelakunya. Karena masalah penebangan kayu ini cukup serius Ini bukan masalah main-main karena kita semua tahu fungsi hutan terhadap lingkungan dan kenapa dilindungi Negara.” Tegasnya. 

Surya K Rambe (46) yang menjabat sebagai Sekjend DPD WALANTARA Kab.Karo saat ditemui kru media di kantornya mengatakan, 

“Pihak Ka.UPT Kehutanan yang ada di Kab Karo selama ini lemah pengawasan dan minim tindakan. Terbukti dari banyaknya titik kawasan hutan lindung di kab.karo yang sudah habis ditebangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan terkesan ada pembiaran.”Ungkapnya. Senin (15/06/2020)

Lagi dikatakan surya, “Saya minta kepada yang terhormat Ibu Siti nurbaya bahar selaku Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat kab.karo terkait perambahan hutan lindung yang terjadi. Serta mengavaluasi dan memonitoring kinerja Ka.Dinas Kehutanan Upt KPH XV begitu juga dengan Kinerja Ka.Upt Tahura Bukit Barisan. Bila perlu diganti saja, karna sudah banyak hutan lindung di tanah karo yang habitatnya  sudah beralih fungsi.” Tegasnya

(DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *