Kegiatan Ilegal Loging Masih Terus Merebak Di Karo, Pemdes Lau Perbulan, BPD dan Masyarakat “Marah..!!

Ket foto : Saat Pemdes dan warga Desa Perbulan tinjau Penebangan Kayu Liar di Hutan Lindung dekat Desanya.(dok.foto.By Den Maha)

LAU BALENG|MAHAGANEWS.COM
Penebangan kayu di Hutan Lindung merebak di Karo, selain di Siosar Kecamatan Tigapanah, Dalan Jahe, baru baru ini nasyarakat desa Perbulan Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo juga di gegerkan dengan adanya penebangan kayu ilegal di kawasan hutan Desa Lau Perbulan. 

Dengan penemuan kayu yang sudah di tebangi secara liar, warga langsung melaporkan hal tersebut kepada Pemerintahan Desa setempat. Laporan warga ditanggapi oleh Pemerintahan Desa dan BPD Desa Perbulan dengan langsung tinjau lokasi. 

Andi Ginting Selaku Kepala Desa Perbulan mengatakan, kita mendapat laporan dari warga ada perambahan kayu liar di Hutan lindung dekat Desa. Kita bersama perangkat, pihak BPD dan beberapa warga desa Perbulan langsung turun ke lokasi dan benar adanya. Kami menemukan di daerah aliran sungai Lau Perbulan banyak pohon- pohon bertumbangan. Tidak itu saja sebagian kayu sudah hampir dijadikan bahan baku papan dan broti, ujarnya. 

Kepala Desa didampingi Tambi S Kembaren Selaku Ketua BPD Desa Perbulan menyampaikan,  “Peninjauan hari ini dilakukan atas desakan masyarakat desa perbulan kepada Pemerintahan Desa Melalui BPD Desa dan hari ini kita temukan banyaknya pohon bertumbangan di sekitaran daerah aliran sungai lau perbulan dan ini tidak bisa dibiarkan lagi,” ujar Andi Ginting tegas. 

Andi menambahkan, “Besok, kami atas pemerintahan desa dan BPD akan berdikusi dan melaporkan ke pihak yang berwajib atas temuan ini dan berharap segera di respon” tambahnya. 

 Di tempat yang sama Ketua BPD Perbulan Tambi S Kembaren menyampaikan tegas, 
“Laporan awal dari masyarakat desa perbulan kepada kami, kita teruskan kepada pemerintahan desa. Banyak cibiran yang menyatakan BPD Desa tidak bekerja namun hari ini kita buktikan bahwasanya kami bekerja dan menjawab pertanyaan dan permintaan dari masyarakat desa”. Ini kita temukan kayu tumbang masih baru,  mungkin sekitar tiga hari yang lewat bisa di lihat dari daun daum nya masih hijau semua ungkap Ketua BPD.

  Kita meminta kepada pihak Polhut dan Polres cepat dan sigap tangani masalah ini,  karena mata air desa dari hutan ini. Kami takut terjadi bencana alam dengan berkurangnya serapan air. Demi anak cucu kami mari kita jaga hutan ini. Menyikapi temuan ini, kami Pemerintahan desa menyepakati akan membuat laporan kepada pihak yang berwajib agar sesegera mungkin mengambil tindakan di dalam penyelamatan hutan Lau Perbulan secepat mungkin. katanya penuh rasa peduli saat di wawancara wartawan pada Kamis,  ( 18/06/2020 ).

Daris Kaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *