Himbauan Pemkab Karo “Tak Diterge” Para Pengusaha Objek Wisata Penatapen Berastagi

Ket foto : Para pengusaha objek wisata dan pelaku wisata di objek wisata penatapen, Berastagi masih nekat membuka tempat usahanya.Senin (01/06/2020)

BERASTAGI|MAHAGANEWS.COM-

Tanpa memikirkan dampak buruk yang bisa terjadi sewaktu-waktu di masa-masa pandemi covid-19 separti sekarang ini. Para pengusaha objek wisata dan pelaku wisata di beberapa tempat di berastagi masih nekat membuka tempat usahanya. Pemkab karo tampak belum memberikan sangsi tegas serta konsukwensi bagi para pengusaha dan pelaku wisata.

Para pengusaha wisata tampak masih minim kesadaran serta minim sosialisasi dari instansi terkait, begitu juga penerapan social distascing terhadap para tamu maupun pengunjung yang di ajurkan protokoler dari dinas kesehatan ataupun dari Satuan gugus tugas percepatan penanganan covid 19 pemkab karo, terpantau belum maksimal. 

Upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 selama ini masih hanya sekedar seremonial , terbukti himbauan agar masyarakat menghindari keramaian dan larangan untuk membuka lokasi objek wisata “tidak diterge” sebagian kalangan pengusaha objek wisata serta para pelaku wisata di sebagian tempat khususnya berastagi

Kalau pemkab karo tidak bersikap tegas, kemungkinan tanah karo akan memakan korban dari keganasan virus covid-19 yang semakin hari kian bertambah terus jumlahnya khususnya di Provinsi Sumatera utara dan di lndonesia pada umumnya,”  Hal itu di ungkap SKR (46) warga tanah karo yang tampak kesal melihat beberapa tempat lokasi wisata diberastagi ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah 

SKR menambahkan, “selain kurangnya kesadaran dari para pengusaha wisata dan pelaku wisata. Satuan gusus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kab.Karo juga diduga tidak mampu dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya. Hendaknya mereka memberikan penegasan terhadap seluruh steckholder baik kepada petugas medis dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Relawan, Satpol PP , TNI dan Kepolisian untuk mengoptimalkan pengawasan di setiap pintu masuk ke kab.karo. Penjagaan di pos-pos check poin disetiap perbatasan jangan hanya sesaat dan di berlakukan di jam jam tertentu saja.

Ket gmbr : Pos Check Poin di desa doulu jl lintas Berastagi-Medan, terpantau minim pengawasan

Karna kita tau bahwa cukup besar dana yang digelontorkan pemerintah daerah dan bantuan dari Pemprovsu untuk program percepatan penanganan Covid-19, kiranya dana tersebut di manfaatkan sebaik baiknya demi mencegah bertambahnya jumlah korban yang terpapar virus corona (covid-19).” Bebernya

Walau sudah ada himbauan secara tertulis dari Ka.Dinas Pariwisata Kab. Karo Munarta Ginting tertanggal (28 mei 2020) dan telah diberitakan dibeberapa media cetak dan media online terkait himbauan yang ditujukan kepada para pengusaha tempat wisata dan kepada  para pelaku wisata yang ada di berastagi dan sekitarnya, namun himbauan tersebut masih daianggap angin lalu bagi sebagian pengusaha wisata. Contohnya di lokasi wisata penatapen, berastagi yang hingga saat ini masih ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah

Prihal isi surat jelas ditulis mengenai perpanjangan masa penutupan tempat/lokasi wisata untuk menyikapi tentang kondisi pandemi covid-19 yang semakin meningkat pada saat ini. Serta upaya melindungi dari wabah pandemi yang dimaksud, maka untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran covid -19 dilakukan langkah langkah seperti Penutupan sementara objek wisata dan usaha pariwisata yang berada di lingkungan pemkab karo. 

Masa perpanjangan penutupan lokasi objek wisata diberlakukan sejak 30 mei s/d 14 juni 2020.  Pengusaha juga di himbau untuk melakukan sterilisasi tempat-tempat wisata dengan penyemprotan disinfektan selama dalam waktu penutupan. Demikian Isi surat yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Karo Munarta Ginting.

Hingga hari ini himbauan tersebut masih diabaikan oleh beberapa pengusaha objek wisata seperti di kawasan wisata penatapen,Berastagi tepatnya di perbatasan kab.deli serdang dan kab.karo yang terlihat ramai pengunjung yang tampak dipenuhi kenderaan roda empat dan roda dua.

Ketika hal ini dipertanyakan awak media ke Ka.Dinas Pariwisata Kab.Karo Munarta Ginting dalam menyikapi hal tersebut melalui pesan singkat watshaap, pihaknya mengatakan, 


“Yaa.. harapan kami semoga ada kesadaran dari semua stackholder memahami dan bersabar sehingga tidak ada kasus baru di Karo,”katanya


Lagi menurut Kadis, “Sehubungan aturan dari pemerintah  Kab Karo yang masih berstatus zona kuning maka belum bisa sanksi tegas dan masih hanya diberikan teguran,” Jawab Munarta singkat.

(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.