Bentuk Protes Terhadap PTPN ll, Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) Jalan Kaki Temui Jokowi

Ket foto : Sengketa Lahan PTPN ll ribuan petani yang tergabung di SPSB, gelar aksi jalan kaki, menemui presiden Ir.H joko widodo

MEDAN|MAHAGANEWS.COM
Ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu(SPSB) yang ada di kota medan, bergerak menuju Istana Negara Jakarta, melanjutkan aksi protes akibat konflik agraria yang hingga kini belum ada terlihat titik terang. Kamis (25/06/2020) mulai pukul 11:00 wib


Tampak para petani mulai bergerak dari simalingkar A medan berjalan kaki menuju Istana Negara di Jakarta, hal itu dilakukan  sebagai upaya mengungkap kekesalan terkait penyelesaian konflik agraria lahan pertanian yang ada di simalingkar A medan dan berharap bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia Ir, H Joko widodo.


Terlihat ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) berjalan sambil menenteng sepanduk yang berisikan tuntutan para petani, bendera merah putih berukuran panjang serta membawa peralatan berupa tikar, ransel yang berisikan pakaian ganti dan peralatan lainnya.

Aksi jalan kaki ribuan petani yang tergabung dalam SPSB itu bentuk protes mereka karna hingga saat ini belum juga mendapatkan keadilan.

Pasalnya, ada sekitar 350 Hektar tanah di kawasan simalingkar A sudah habis hak guna usaha (HGU) nya namun masih di kuasai oleh pihak ptpn ll,  sejak puluhan tahun lalu lahan tersebut kosong dan tidak terurus,sehingga digarap oleh kelompok tani Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan sudah di tanami dengan berbagai tanaman dan tak sedikit warga setempat yang bergantung hidup serta ekonominya dengan cara bercocok tanam di lahan tersebut. 


Bahkan sebagian lahan tersebut sudah keluar sertifikat hak miliknya (SHM) dari Badan Pertanahan RI. Meski SHM sudah di tunjukkan oleh beberapa petani, namun pihak ptpn ll masih terus melakukan pembersihan lahan dengan tidak mengakui ke absahan SHM yang dikeluarkan oleh BPN RI tersebut. 


Atas dasar ketidakadilan ini lah yang akan dibawa oleh para petani dengan cara berjalan kaki  untuk bertemu dengan Presiden ke Istana Negara. 


Rencananya mereka juga akan tetap bertahan di Istana Negara hingga persoalan ini tuntas, dan menuntut pemerintah hadir untuk menyelesaikan konflik tanah dengan pihak ptpn ll, karna hal yang sama hampir terjadi di berbagai daerah seperti di Simalingkar A, Sei Mencirem, Serdang Bedagai, Hamparan perak dan di daerah lainnya yang ada di Sumatera Utara. 


Haris Suyono, selaku ketua Aktivis Agraria dan juga menjabat sebagai Dewan Pembina Petani Simalingkar Bersatu(SPSB), Saat di wawancarai awak media mengatakan,

Ket foto : Haris Suyono, Ketua Aktivis Agraria dan juga menjabat sebagai Dewan Pembina Petani Simalingkar Bersatu(SPSB) saat lakukan aksi jalan kaki menuju istana negara.


“Aksi jalan kaki yang di lakukan para petani hari ini adalah bentuk protes para serikat petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu, kami berjalan menuju Istana Presiden di Jakarta guna menyampaikan keluhan para petani terkait sengketa agraria yang terkesan jalan ditempat. Kalau aksi ini nanti bukan Presiden Jokowi yang hadir untuk menemui kami dan para petani, maka kami tidak akan kembali dan akan tetap nekat melakukan aksinya di istana negara.” Tegas Suyono. 


( Riswan sembiring/Sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *