Viral’ Oknum ASN Pemkab Karo Diduga Unggah Status Melecehkan Adat Berujung Ke Ranah Hukum

Keterangan gambar: Puluhan Perwakilan Warga desa juhar bersama empat orang kades Kecamatan Juhar saat menuju Mapolres tanah karo 

Tanah Karo – Mahaganews.com

Terkait postingan di sosial media facebook dengan akun atas nama Syarifin Bangun menuai kecaman keras dari banyak netizen yang dianggap telah melecehkan kultur adat warga desa juhar. Atas postingan tersebut empat kepala Desa Kecamatan Juhar  didampingi BPD, Tokoh Adat, Karang taruna dan Tokoh Pemuda  ,Senin (27/4) sekira jam 11:00 wib datangi ruang SPKT Polres Karo.

Dulu ada pepatah yang mengatakan Mulutmu adalah harimaumu , namun seiring perkembangan zaman teknologi seperti androit sangat rentan disalah gunakan untuk hal hal yang tidak produktif, saat ini pepatah tersebut beralih dengan sebutan jari-jari mu harimau mu, bijak lah ber medsos. Kalimat tersebut sering kari dituliskan penggiat media sosial.

Sudah kerap terbukti pengguna sosmed yang tak bijak menggunakan media sosial nya berakhir dengan tindak pidana karna tersandung undang undang tentang ITE dan diproses oleh pihak yang berwajib.

Kedatangan empat Kepala Desa Kecamatan Juhar yakni, Kepala Desa Juhar Tarigan Suheri Tarigan , Kades Juhar Perangin angin Rally Pinem , Kades Ginting Sadanioga  Deddy Martin Ginting serta Kades Juhar Ginting Calvin Ginting , BPD Juhar Ginting Sadanioga Raga Ginting , Perwakilan Karang Taruna Juhar Dion Tarigan,Firdaus Sinuraya,Tokoh Adat Darwin Ginting serta warga unuk melaporkan pemilik akun Teger-teger berinisial SB.

Sesampinya di Polres Karo,ke empat Kades didampingi BPD langsung menuju ruang Kasat Reskrim Polres Karo  dan langsung berbincang dengan beberapa anggota Sat Reskrim terkait adanya postingan yang sempat viral didunia maya.

Dikatakan Kepala Desa Juhar Tarigan ,Suhari Tarigan didampingi lainnya kepada sejumlah wartawan,tujuan kami datang ke Polres Karo ini untuk melaporkan salah satu pemilik akun Medsos Teger Teger Tentera Langit berinisial SB  terkait postingannya yang melecehkan  dan merusak norma adat warga desa Juhar, warga sepakat untuk mengadukan pemilik akun tersebut ,sehingga kami empat Kepala desa di Kecamatan Juhar didampingi BPD,Karang Taruna,Tokoh Adat untuk melaporkan pemilik akun tersebut karna sudah mempermalukan kami sebagai warga desa juhar simbelang,” Ungkap Tarigan

Postingan tersebut sangat tidak elok sehingga sangat melecehkan dan menyinggung perasaan warga desa Juhar,sehingga hal ini kami menghambil langkah hukum , terkai kasus ini sudah kami sampaikan ke Tipiter yang menagani kasus IT dan telah menyerahkan berita acara pertemuan empat Kepala desa serta tokoh masyarakat dan warga.”Kami sangat berharap agar kasus ini diproses sesuai dengan hukum dan undang-undang  yang berlaku.”Ujarnya

Disambungnya lagi ,adapun postingan yang sempat diunggah oleh pemilik akun inidial SB atau tentera Langit itu bertuliskan “Ban riahna kapna nonton gendang mamina pe dakepna “(karena keasyikan menonton hiburan gendang mertuanya pun dipeluknya),”Ise  ngatakenca labanci sidakep maminta (siapa bilang gak bisa kita peluk mertua kita) jawabnya membela diri dari komentar pedas warga net

“Adi juhar ah la kita empo japanari pe  kita lanai empo (kalau di Juhar kita tidak kawin,dimanapun kita tidak kawin lagi) dan ada lagi postingannya “Ula bagi kuan-kuan Juhar ,ngisap arah ah ngisap arah enda, dung runggu man-man lang (jangan seperti perumpaman Juhar,merokok di  sana,merokok disebelah sini siap rembuk tidak makan-makan ” tulisnya dan ini sangat melukai hati kami warga dan begitu juga perasaan anak kaum muda, postingan serta komentar SB tak luput menuai protes dan kecaman warga yang berasal dari desa Juhar namun tinggal di luar desa juhar

Dilanjutnya lagi”Kami berharap agar  Polres Karo secepatnya  memperoses lsporan tersebut, karna tak etis dan patut SB membuat postngan status yang dapat merusak sejarah adat dan budaya , apalagi beliau (SB) adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Karo yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat agar masyarakat kecamatan Juhar yang ada di desa dan diluar dari desa juhar dapat meredam kekesalan dan kemarahan yang sudah memuncak akibat postingan tersebut “Bebernya

Daris Kaban

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *