Desa Kutabuluh : Hujan Deras Disertai Angin Kencang ” Tiang Listrik Roboh, Tutupi  Badan Jalan

Tiang listrik Tumbang menutupi badan jalan

Tanah Karo-Mahaganews.com

Berkisar 2 jam dilanda hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan bebarapa pohon tumbang sehingga menyebabkan satu tiang listrik patah dan melumpuhkan akses jalan lintas antar kecamatan selama kurang lebih 2 setengah jam,  di Jalan lintas  Desa kuta buluh, Kec.Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Minggu, 19/04/2020 sekitar pukul 14.30

Kejadian ini menyebabkan putusnya aliran listrik ke beberapa desa di kecamatan kuta buluh untuk beberapa jam. Tampak puluhan warga desa kuta buluh dan  didampingi Adven Singarimbun kepala desa Kuta Buluh juga beberapa petugas dari UPL PLN Unit Tiga Binanga bahu membahu bergotong royong memotong dan membersihkan dahan pohon yang menutup hampir seluruh badan jalan dengan menggunakan mesin chinshaw dan peralatan seadanya.

Kades Kuta buluh Adven Singarimbun (Pakai Topi,Kaos Putih) Bersama Puluhan Warga Bahu membahu Bersihkan Dahan pohon dan Geserkan tiang listrik yang tumbang ke badan jalan.

Kepala Desa Kuta Buluh Simole, Advent Singarimbun yang berhasil  ditemui awak media dilokasi kejadian mengatakan, “saat kejadian pohon tumbang tidak menimbulkan korban jiwa, saat itu hujannya sangat deras dan anginnya sangat kencang, sehingga tidak ada penduduk desa yang keluar untuk beraktifitas. Ketika pohon tumbang dan menimpah tiang listrik hingga patah, keadaan jalan sedang sepi dan tidak ada menimpa pemukiman/rumah warga,”jelasnya

Pantauan crew media, hingga pukul 17.00 WIB, tiang listrik pengganti yang akan didatangkan dari Kecamatan Tiga Binanga belum juga tiba.

Kondisi jarak tempuh yang lumayan jauh ini menyebabkan terhambatnya pembenahan kembali arus listrik dan menghambat aktifitas warga hingga beberapa jam ke depan. Hal ini disampaikan oleh petugas UPL PLN yang ada di lokasi.

” Kami belum bisa memastikan untuk penggantian tiang listrik ini sampai jam berapa selesainya, namun akan kami upayakan secepat mungkin diperbaiki, mengingat jauhnya jarak desa dari Kantor unit Tiga Binanga dalam mendistribusikan semua peralatan dan tiang baru. Kalau bahannya sudah sampai disini, untuk perbaikan nya  mungkin memakan waktu hanya dua jam saja.” terangnya

Daris Kaban

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *