Disaat Virus Covid 19 Menjadi Kekhawatiran Publik, Suplay Air Bersih PDAM Tirtamalem 2 Pekan Tersendat

Tanah Karo – Mahaganews.com
Upaya pemerintah kabupaten karo dalam mencegah warganya agar terhindar dari  penyebaran virus corona (covid 19) seolah olah hanya retorika belaka yang digaung gaungkan pemkab karo, kenyataannya berbanding terbalik dengan suplay air bersih saat ini di sekitar kota kaban jahe, dimana sudah dalam 2 pekan terahir air berhenti mengalir ke rumah warga. Senin (23/03/2020)

Hal itu di alami sejumlah warga yang berada di Jl Vetran Gg Bakti dan Warga Gg Kalihara , Kelurahan Kampung Dalam , Kec. Kaban jahe, Kab.Karo dalam mendapatkan layanan air bersih dari PDAM Tirtamalem. Untuk mendapatkan air bersih warga harus memesan dari pihak penyedia layanan air bersih keliling dan terpaksa merogoh kocek Rp 10.000,-/drum berisi 100 liter 

Kelangkaan suplay air bersih di sekitar kota kaban jahe menambah polemik  menambah rasa was was dikalangan masyarakat disamping isu covid 19 yang saat ini sangat mengkhawatirkan dan menyebabkan sejumlah roda perekonomian dan sentra pelayanan publik mengalami dampak nya.

Ket foto : Salah satu kamar mandi milik warga  Gg bakti , Kel. Kampung dalam, Kec. Kabanjahe tampak kosong melompong tanpa ada air bersih.

Lia hambali , warga gg bakti, kel.kampung dalam , kec.kaban jahe , seorang ibu rumah tangga yang dijumpai awak media mengatakan kekesalan nya, terhadap kebutuhan air bersih bagi rumah tangga yang tak kunjung dapat dirasakan nya, ia mengatakan

“pemerintah daerah menganjurkan warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan badan terutama disarankan untuk rajin mencuci tangan agar terhidar dari penyebaran virus corona (covid 19), tapi terkait masalah air bersih saja pekab karo sulit untuk mengatasi,  buktinya sudah berkisar 2 minggu pasokan air bersih dari pihak pengelola PDAM Tirta malem tak lagi bisa dimanfaatkan warga untuk kebituhan kaskus dan untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya kesal

Lia menambahkan, “kalau masalah air bersih untuk kebutuhan warga saja pun gak bisa diatasi pemkab karo, konon lagi kalau dipercayakan untuk menangani kasus penyebaran virus corona , jangan jangan hanya dijadikan ajang mencari sensasi dan pencitraan saja, apalagi menyangkut urusan  air bersih yang sangat mejadi kebutuhan dasar, seharusnya pemkab sigab dan bisa segera menangani masalah kebutuhan air bersih. Agar warga tidak lagi membeli air di bawah mata air,” Ungkap lia kecewa

Terkait hal ini, awak media mencoba menanyakan permasalahan keluhan warga, kepada Jonara Tarigan yang menjabat sebagai  Direktur PDAM Tirta malem, prihal kelangkaan air bersih ia mengakui bahwa suplay air bersih di berbagai titik di kota kaban jahe tersendat dengan alasan bahwa,  “ada kerusakan jaringan pipa,  saat ini karyawan/anggotanya sedang membenahi kebocoran pipa tersebut.” Jelasnya singkat membalas 

Ditanya kapan air bersih bisa berjalan seperti biasanya, Jonara Tarigan Direktur PDAM Tirtamalem kab.karo, belum juga memberikan jawaban yang pasti, hingga berita ini di kirim ke meja redaktur.

Padahal bila dilihat dari letak geogravis daerah Kabupaten Karo , tanah karo berada di dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan yang diketahui juga memiliki banyak sumber mata air bersih, namun faktanya warga kota kaban jahe sekitarnya masih saja belum merdeka tentang kebutuhan air bersih tersebut,  entah sudah berapa besar dana dari kementerian PUPR pusat di glontorkan untuk mengatasi masalah air bersih namun hingga kini masih menjadi persoalan yang terkesan sulit untuk terpecahkan 

( Daris Kaban )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *