Di Duga Pasien Covid-19 Dirujuk Ke RSUD Kabanjahe.

Kepala Tim Gugus Tugas Karo : “Pasien masih dalam ODP, dan belum ditetapkan terjangkit virus Covid-19”

Mahaganews.com | Karo.
Seorang pasien dirujuk dari RS Amanda Berastagi ke RS Umum Kabanjahe yang ditentukan sebagai salahsatu rumah sakit umum yang menampung pasien terpapar virus covid 19 sesuai instruksi dan arahan dari Dinas Kesehatan provinsi sumut. Kedatangan pasien tersebut mengundang perhatian warga dan tim medis di RS Umum, Sabtu (21/03/2020) sekitar pukul 10 : 00 wib

Hasil amatan awak media dilokasi,  saat pasien seorang mahasiswi tersebut sampai di RSUD Kabanjahe, terlihat petugas rumah sakit memakai pakaian yang menutup diri hanya sejenis baju anti hujan biasa tanpa memakai helm dan penutup wajah untuk pengaman diri,  sehingga banyak masyarakat yang panik dan was was.

Kritikan terhadap Pemerintah daerah pun terlontar di akun media sosial atas nama Ronald abdi negara sitepu yang menulis status

“Pak Bupati, RSU Kabanjahe adalah Rumah sakit yang ditunjuk sbgai penanganan Covid 19. Tp tolonglah pak bupati siapkanlah semuanya untuk penanganan tsb. Serius dan tanggaplah untuk menangani ini semua, apakah tdk ada pakain selain Jas Hujan untuk dipakai? 

Kasihan para medis kita yang siap siaga untuk penanganan tersebut. Mereka jg punya keluarga.

Tolonglah Bapak Sidak melihat situasi dan kesiapan RSU tsb. Tolong…!!!

Dan berikan informasi transparan dan akurat kepada kami masyarakat terkait apa yang sedang terjadi di pagi ini terkait gambar tsb.

Kami tidak Panik, tp qta perlu waspada.” Tulis ronald abdi negara sitepu. Sehingga tak sedikit akun facebook yang membalas di kolom komentar dengan menyindir terkait  lemahnya kinerja pemkab karo dalam hal kesiapan sesuai SOP terhadap tim medis RSU kabanjahe yang dibutuhkan untuk pengaman diri pada saat menangani pasien

Terpisah menanggapi hal itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Martin Sitepu, mengatakan pasien yang datang ke RSUD Kabanjahe, tidak merupakan pasien terjangkit covid-19. 

“Pasien yang dirawat di RS Kabanjahe, tidak pasien covid-19. Masih dalam pengawasan atau Orang Dalam Pemantauan (ODP). Karena pasien tersebut memiliki gejala demam,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/03/2020) siang.

Lanjutnya pasien tersebut dibawah pengawasan, karena memiliki riwayat perjalanan keluar kota. 

“Jadi kenapa kita lakukan pemantauan, untuk hati-hati, sedikit saja yang kita curigai langsung kita lakukan pemantauan. Menjaga agar jangan nanti kalau benar-benar menyebar baru terpantau,” terangnya.

Dirinya kembali menegaskan jangan menyebarkan berita-berita hoax, yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Dan kita akan memberikan informasi terkini melalui tim dari Diskominfo Karo.

“Jadi sampai saat ini kita tegaskan tidak ada pasien yang positif covid-19, dan kita minta janganlah menyebar berita-berita atau informasi yang belum pasti kebenarannya. Nanti informasi ini kita akan sampaikan melalui Diskominfo, yang update terus memberikan informasi terkait covid-19,” ungkapnya.

Dan tambahnya untuk mengantisipasi penyebaran informasi atau berita hoax, dirinya akan berkoordinasi dengan tim gugus tugas dari bidang penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan pengaduannya.

Pasien yang dirujuk ke RSUD Kabanjahe dari RSU Amanda, dan terlihat petugas menggunakan pakaian Alat Perlindungan Diri (APD) seadanya dalam mengantisipasi penularan virus covid 19

“Untuk awalnya kita saat ini melakukan tindakan preventif dulu, seperti sosialisasi, kemudian kita akan melakukan konprensi pers. Dan tidak tertutup juga kemungkinan jika masih ada juga penyebaran informasi hoaks akan kita lakukan tindakan sesuai jalur hukum,” tegasnya.

( Daris )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *